Terletak diujung barat kepulauan Indonesia serta diapit oleh indahnya terumbu karang, Pulau Weh seperti menjadi taman yang terlupakan. Meski akses jalanya bisa dibilang mudah, namun belum begitu tersentuh oleh wisatawan. Padahal pulau ini menawarkan berbagai keindahan. Laut biru dan Hijaunya pegunungan menjadi pemandangan yang tak bisa dilepaskan dari kedua mata. 

Pulau weh yang memiliki luas 60 km persegi ini ternyata memiliki Legenda rakyat. Pada zaman dahulu kota sabang di Pulau weh merupakan tempat transit para jamaah haji yang akan berangkat ke mekkah. Itulah kenapa aceh hingga kini dijuluki sebagai serambi mekkah. Pada suatu ketika ada rombongan haji yang berjumlah 44 orang berangkat ke tanah suci dengan menggunakan kapal kayu. Namun kapal yang ditunggangi para jamaah haji tersebut pecah karena diterjang ombak sehingga membuat semua penumpang tersebar di sekitar Pulau Weh. Karena kejadian tersebut, daerah di sekitar pulau Weh memiliki nama sesuai dengan nama para jamaah haji yang telah terdampar seperti Pulau klah, pulau rubiyah, dll. Semakin penasaran, apa saja yang ada di Pulau Weh ini? Simak ulasanya berikut ini:

Titik 0 Km

Saat akan menuju titik 0 Km, jangan lupa untuk membawa pisang karena ditengah perjalanan anda akan bertemu dengan kera liar. Meski demikian tetaplah jaga jarak demi menghindari hal yang tak diinginkan. Saat sampai di titik 0 km akan terlihat menara dengan ketinggian 20 meter dan dipuncaknya terdapat lambing garuda. Di tengah menara terdapat sebuah batu besar dengan pahatan kepulauan Indonesia. Ketika anda mengunjungi tempat wisata di Pulau Weh yang satu ini, anda akan diberikan sertifikat sebagai tanda bukti bahwa anda telah mengunjungi titik 0 Km. 

Pantai Sumur (Tiga dan Gapang)

Pantai Sumur tiga terletak sekitar 45 menit perjalanan darat dari titik 0 Km. Disana ada sebuah restoran dengan ikan kerapu kuah sebagai menu utamanya. Menikmati kuliner khas pulau weh sambil menikmati deburan ombak Pantai Sumur dengan pasir putihnya serasa sedang menikmati surga duniawi. Setelah perut dirasa kenyang, cobalah untuk melakukan aktifitas yang lebih menantang seperti diving. Dengan menempuh 30 menit perjalanan dari pantai sumur tiga, anda akan sampai di sebuah pantai yang bernama Pantai gapang. Tak perlu khawatir jika anda tidak membawa peralatan diving, karena disana banyak warga yang menyewakanya. Namun biaya yang harus dikeluarkan memang tidak sedikit, untuk sekali menyelam, anda harus membayar Rp 400 ribu dan sudah ditemani oleh instruktur. Jika anda adalah penyelam pemula, maka instruktur akan memberikan teori dasar menyelam selama kurang lebih 20 menit. Namun bagi anda yang sudah mahir, cobalah untuk langsung menyelami keindahan bawah lautnya, terumbu karang yang berwarna-warni serta ikan-ikan kecil yang menyelinap di sekitarnya membuat siapa saja enggan untuk kembali ke permukaan.

Akomodasi Pulau Weh (Hotel sabang Hilis)

Setelah seharian menikmati berbagai aktifitas di Pulau weh, maka malamnya saatnya mencari penginapan. Di jl sultan iskandar muda, kota sabang anda akan menemukan sebuah hotel bernama sabang hilis. Pemandang disini sangat bagus karena tempatnya terletak diatas bukit. Tak hanya itu fasilitas yang ditawarkanpun cukup lengkap seperti air panas, televise, AC, internet gratis, ruang karaoke, dan setiap malam minggu ada live music.

Kuliner

Selain menikmati makanan hasil tangkapan laut di berbagai restoran di Pulau Weh, cobalah untuk menikmati mie kocok dan es kopi susu . Pedas dan gurih mie kocok ditamabah segarnya kopi Arabica yang dicampur dengan susu membuat pikiran fresh.

Nah itulah ulasan wisata di Pulau Weh di Aceh. Dari semua itu tentu diving di Pulau Weh adalah pilihan favorit bagi para wisatawan baik dari Indonesia maupun dari mancanegara yang berkunjung ke Pulau Weh. Travel Logs.