Setiap kesenian budaya, apapun itu jenisnya, tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu mengapa ia diciptakan. Memang ada banyak manfaat mengapa kesenian budaya harus dipertahankan dan dilestarikan, bila perlu dikembangkan dengan berbagai inovasi dan kreatifitas. Begitu juga dengan wayang, yang digadang-gadang sebagai salah satu puncak seni-budaya Nusantara lantaran dari pertunjukannya sendiri mengkombinasikan berbagai aliran kesenian seperti seni suara, seni peran, tutur cerita atau narasi, seni sastra, seni pahat, seni lukis, simbol atau perlambangan, multimedia, pencahayaan dan masih banyak lagi. Sudah ratusan tahun acara nonton wayang kulit menjadi salah satu sarana hiburan bagi masyarakat Nusantara yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sejak awal wayang digunakan, wayang kulit memiliki banyak fungsi mulai dari sebagai media penyuluhan atau pendidikan, dakwah, penerangan, penyebaran agama atau kepercayaan, hiburan, promosi dan masih banyak lagi. Lantas, bagaimana dengan masa saat ini yang sudah modern dan semakin dinamis? Apakah masih relevan? Dan masih samakah manfaat wayang terutama bagi generasi muda penerus bangsa ini? Seperti yang kita ketahui sendiri bahwasanya hampir-hampir tidak ada atau sangat jarang sekali pemuda dan pemudi masa kini yang masih menyukai menonton pertunjukan wayang.

Padahal menurut pengamatan Wawan Gunawan selaku dalang Wayang Ajen dan berbagai sumber informasi lainnya, dapat disimpulkan bahwa nonton pertunjukan wayang kulit ternyata membawa manfaat yang sangat luar biasa bagi generasi penerus bangsa. Pertama, anak-anak muda dapat lebih mengenal jati diri bangsanya melalui apresiasi terhadap kesenian ini. Yang kedua, anak-anak muda dapat mengenal lebih jauh karakternya sendiri. Karakter yang kuat dan khas dapat menjadi pembeda dengan daerah atau bangsa lainnya, dan tentunya adalah karakter yang positif.

Ketiga membuat anak-anak muda lebih mengenal berbagai prinsip hidup dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini digambarkan dengan nyata melalui lakon atau karakter wayang yang dimainkan dan alur ceritanya. Dalam alur cerita wayang yang dinarasikan dan diperankan oleh dalang, terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik. Terutama ajaran moral, nilai dan budi pekerti yang luhur.

Keempat, dengan nonton wayang kulit, secara tidak langsung dapat membentengi diri dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan para leluhur Nusantara. Dalam artian, anak-anak muda lebih mudah memfilter mana budaya asing yang baik dan mana yang buruk dan tidak pantas ditiru. Keenam tentu akan membangkitkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan Nusantara, menonton wayang bersama-sama juga dapat menguatkan tali kekerabatan dan persaudaraan dengan sesama orang Indonesia. Mulai sekarang mari kita lestarikan seni budaya wayang sebagai salah satu warisan leluhur dan kebanggaan nasional. Kunjungi indonesia.travel untuk mendapatkan beragam informasi menarik mengenai kekayaan alam dan budaya Indonesia.